PENGERTIAN SHALAT ARBAIN PADA IBADAH HAJI, HUKUM, SERTA AMALANNYA

Mungkin kita sering mendengar istilah Arbain dari setiap orang yang ingin pergi haji ataupun telah melaksanakan haji. Jamaah haji mengejar keutamaan salat wajib 40 waktu tanpa putus. Namun tahukah apa sebenarnya makna arbain itu ? Apakah itu masuk rukun atau wajib haji ? Dan amalan apa saja yang harus dilakukan selama arbain ?

Jamaah haji Indonesia akan melewati fase delapan atau sembilan hari di Madinah, baik sebelum maupun setelah ibadah haji baik gelombang I maupun gelombang II. Dan, sering dimotivasi agar melaksanakan shalat arbain di Masjid Nabawi. Kadang jamaah merasa melaksanakan arbain ini menjadi keharusan dan ketika tidak bisa melakukannya maka ia sangat menyesal dan meyakini hajinya tidak afdal, bahkan tidak sah.

Makna “arba’in” atau “arba’un” itu sendiri adalah melaksanakan shalat 40 waktu (Isya,Subuh,Dhuhur,Ashar,Magrib) tanpa terputus berjamaah di Masjid Nabawi.Sesungguhnya, arbain itu sama sekali tidak termasuk “wajib haji” apalagi menjadi “rukun haji” karena semua kegiatan haji itu adanya di Makkah bukan di Madinah. Selama jamaah  berada di Madinah, memperbanyak shalat di Masjid Nabawi itulah inti dari ibadah Arbain ini sesuai dengan sabda Nabi “Dari Abu Hurairah Ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Satu kali shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu shalat di masjid selainnya, kecuali Masjidil Haram.” (HR Bukhori Muslim).

Hadis dari Anas Bin Malik Ra yang justru disepakati keshahihannya, yakni hadis “arbain” lain, yaitu shalat berjamaah selama 40 hari yang membebaskan dari neraka dan bebas dari kemunafikan. Sabda Nabi  Muhammad SAW, “Barang siapa shalat 40 hari dengan berjamaah dan mendapati  takbiratul  ihramnya imam maka ia akan dicatat terbebas dari dua perkara, yaitu bebas dari api neraka dan bebas dari kemunafikan” (HR Turmudzi).

paket tour wisata turki | tour turki 2017 | tour turki golden rama
ESQ-Tours-&-travel-biro-perjalanan-haji-terbaik-dan-terpercaya-indonesia