Oleh: Muhamad Solihin
Pakar Haji dan Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Haji
Musim Haji 2026 diproyeksikan kembali berlangsung dalam kondisi cuaca panas ekstrem.
Di kawasan Makkah, Mina, dan Arafah, suhu udara dapat melampaui 40 derajat Celsius,
sementara suhu permukaan tanah terutama aspal dan paving bisa jauh lebih tinggi.
Dalam situasi tersebut, satu aspek yang kerap luput dari perhatian jemaah namun
sangat menentukan kelancaran ibadah adalah alas kaki.
Bagi jemaah haji, alas kaki bukan sekadar perlengkapan pelengkap, melainkan bagian
dari ikhtiar menjaga kesehatan dan keberlangsungan ibadah. Aktivitas berjalan kaki
jarak jauh, khususnya saat pelaksanaan lontar jumrah di Mina, menuntut kesiapan fisik
yang baik, termasuk perlindungan optimal pada kaki.
Berbagai laporan lapangan menunjukkan bahwa masalah kaki seperti lecet, melepuh,
nyeri tumit, hingga luka bakar ringan merupakan keluhan yang sering dialami jemaah.
Masalah ini umumnya dipicu oleh pemilihan alas kaki yang tidak sesuai dengan
karakteristik medan dan cuaca di Tanah Suci.
Sandal jepit, meskipun ringan dan mudah digunakan, tidak direkomendasikan untuk
aktivitas berat seperti lontar jumrah. Sandal jenis ini umumnya tidak memiliki bantalan
yang memadai, tidak menopang lengkung kaki (arch support), serta menimbulkan gesekan
pada sela jari yang berpotensi menyebabkan luka.
Untuk menghadapi musim Haji 2026, jemaah disarankan memilih alas kaki dengan kriteria:
1. Bantalan telapak yang empuk dan cukup tebal.
2. Penyangga lengkung kaki (arch support).
3. Strap yang kuat dan stabil.
4. Sol anti-slip.
5. Material yang tidak mudah menyerap panas.
6. Ringan namun kokoh.
7. Sesuai dengan ketentuan fiqih ihram.
Selain pemilihan alas kaki, manajemen penyimpanan alas kaki juga menjadi aspek penting.
Jemaah sangat disarankan untuk selalu membawa kantong alas kaki setiap kali memasuki
Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta area tenda di Arafah dan Mina.
Khusus di Arafah, jemaah tidak disarankan meletakkan alas kaki di luar tenda.
Paparan panas matahari yang ekstrem dapat menyebabkan sandal rusak atau lumer.
Haji adalah ibadah fisik dan spiritual yang menuntut kesiapan menyeluruh.
Niat yang kuat perlu dibarengi dengan ikhtiar yang cerdas dan terukur.
Memilih alas kaki yang tepat mungkin tampak sebagai hal kecil, namun dampaknya
sangat besar terhadap kelancaran ibadah.
Rekomendasi Alas Kaki Haji 2026

