ESQ Tours

Haji Pernah Dibatalkan, Ini Fakta Sejarah yang Perlu Dipahami

Oleh: Muhamad Solihin
Pakar Haji dan Penyelenggaraan Ibadah Haji

Ibadah haji kerap dipahami sebagai ritual tahunan yang selalu dapat dilaksanakan setiap tahun. Namun, jika ditinjau dari perspektif sejarah Islam, pemahaman tersebut tidak sepenuhnya tepat. Catatan sejarah menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji pernah dibatalkan atau dihentikan dalam berbagai periode, bahkan tercatat sekitar 40 kali sepanjang sejarah. Pembatalan tersebut bukanlah penyimpangan dari ajaran Islam, melainkan keputusan rasional demi menjaga keselamatan jamaah.

Sejarah mencatat bahwa haji pernah tidak dapat dilaksanakan karena wabah penyakit menular, konflik bersenjata, gangguan keamanan di jalur haji, hingga kekacauan politik yang membuat keselamatan jamaah tidak dapat dijamin. Dalam kondisi-kondisi tersebut, para ulama dan penguasa Muslim pada masanya memilih untuk menghentikan atau menunda pelaksanaan haji demi mencegah jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar.

Tabel Sejarah Pembatalan Ibadah Haji

NoPeriode / AbadPenyebab UtamaPenjelasan Singkat
1Abad 7–10 MWabah PenyakitPenyakit menular seperti tha’un menyebabkan kematian massal jamaah.
2Abad 8–12 MKonflik & PerangPeperangan di wilayah Hijaz membuat jalur haji tidak aman.
3Abad 9–10 MPenyerangan & PerampokanJamaah diserang dan dirampok di perjalanan menuju Makkah.
4930 MPenjarahan Ka’bahKelompok Qaramithah menyerang Makkah dan mencuri Hajar Aswad.
5Abad 10–13 MKekacauan PolitikTidak adanya otoritas yang menjamin keamanan Makkah.
6Abad 14–19 MWabah KoleraKolera berulang kali menewaskan ribuan jamaah haji.
7Abad 18–19 MKonflik Antar KekuasaanPerang antar kerajaan berdampak pada penyelenggaraan haji.
81814–1815Wabah GlobalPandemi besar menyebabkan pembatasan perjalanan internasional.
9Awal Abad 20Perang DuniaPerang Dunia I membuat perjalanan lintas negara berbahaya.
102020–2022Pandemi COVID-19Haji dibatasi sangat ketat akibat pandemi global COVID-19.

Fakta-fakta sejarah tersebut menegaskan bahwa keselamatan jiwa jamaah selalu menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Islam tidak pernah memisahkan antara ibadah dan perlindungan terhadap nyawa manusia.

Tulisan ini bersifat edukatif dan berbasis fakta sejarah. Tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kekhawatiran publik, melainkan sebagai upaya literasi dan pemahaman proporsional mengenai penyelenggaraan ibadah haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *