> Skip to main content

KIAT MENJADI HAJI YANG MABRUR

Haji mabrur adalah haji yang sesuai dengan tuntunan syar’i, menyempurnakan hukum-hukumnya, mengerjakan dengan penuh kesempurnaan dan lepas dari dosa serta terhiasi dengan amalan shalih dan kebaikan.

Bagi umat muslim yang dikaruniai oleh Allah kecukupan rezeki maka segeralah menunaikan ibadah haji, Karena haji merupakan kewajiban dan merupakan rukun Islam. Barang siapa yang menunaikan ibadah haji menurut cara dan tuntunan yang di syariatkan maka Insya Allah dia termasuk dalam kandungan sabda Nabi Muhammad SAW “Umrah ke umrah adalah penghapus dosa diantara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga” (HR. Bukhari – Muslim).

Haji mabrur adalah haji yang sesuai dengan tuntunan syar’i, menyempurnakan hukum-hukumnya, mengerjakan dengan penuh kesempurnaan dan lepas dari dosa serta terhiasi dengan amalan shalih dan kebaikan. Bila ada yang bertanya, bagaimana kriteria haji mabrur ? untuk menjadi haji yang mabrur bisa di kriteriakan sebagai berikut .

Baca Juga :  Menpar Arief Yahya Instruksikan #MenangkanIndonesia di #WHTA2016

Pertama: Ikhlas, seorang hanya mengharap pahala Allah, bukan untuk pamer, kebanggan, atau agar dipanggil oleh masyarakatnya “pak haji” atau “bu haji”, sesuai dengan QS. Al-Bayyinah: 5 “Mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan”.

Kedua: Ittiba’ (meneladani) kepada Nabi Muhammad SAW, dia berhaji sesuai tata cara haji yang diperaktekkan oleh Nabi dan menjauhi perkara-perkara bid’ah haji. Sesuai dengan sabda beliau “Contolah cara manasik hajiku” (HR. Muslim).

Ketiga: Harta untuk berangkat hajinya adalah harta yang halal. Sesuai dengan sabda beliau “Sesungguhnya Allah itu baik, Dia tidak menerima kecuali dari yang baik” (HR. Muslim).

Baca Juga :  BERADA DI CAPPADOCIA TURKI, INILAH YANG ANDA BISA LAKUKAN SELAIN MENAIKI BALON UDARA

Keempat: Menjauhi segala kemaksiatan, kebid’ahan dan penyimpangan. “Barangsiapa yang menetapkan niatnya untuk haji di bulan itu maka tidak boleh rafats (kata-kata tak senonoh), berbuat fasik dan berbantah-bantahan pada masa haji” (QS. Al-Baqarah: 197).

Kelima: Berakhlak baik antar sesama, tawadhu dalam bergaul, dan suka membantu kebutuhan saudara lainnya. Alangkah bagusnya ucapan Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (22/39): “Adapun haji mabrur, yaitu haji yang tiada riya’ dan sum’ah di dalamnya, tiada kefasikan, dan dari harta yang halal”.

Like jika Anda ingin segera menunaikan ibadah haji, Comment pengalaman haji Anda, Share jika informasi ini bermanfaat.

1
Assalamualaikum,
ada yang bisa kami bantu ?