Skip to main content

KEMENKES UPAYAKAN CEGAH PENYAKIT KOLERA PADA JAMAAH HAJI INDONESIA

By August 7, 2017November 14th, 2017Berita, Berita Terkini, ESQ Haji, Haji

 

Pemerintah RI tengah mengupayakan pencegahan wabah kolera yang mengancam jamaah haji asal Indonesia. Pemerintah ingin musim haji tahun ini, tidak ada jamaah yang terjangkit penyakit kolera. Pemerintah ingin para jamaah haji focus saja saat beribadah. Waktu tunggu haji yang lama membuat pemerintah ingin para jamaah tetap focus saat beribadah dan tidak ingin ada jamaah yang sakit. Karena pasti akan menggagu proses ibadah jamaah haji. Ketakutan pemerintah tersebut memiliki sebab, Karena hingga saat ini diperkirakan terdapat sekitar 300 ribu penderita kolera di Yaman, negara yang bersebelahan dengan Arab Saudi.

Ada peningkatan kewaspadaan di KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia), di mana ada petugas kesehatan haji dan kloter, seperti dokter spesialis. Pemerintah mengerahkan ratuan tenaga medis untuk berjaga di bandara keberangkatan dan kedatangan di kota Makkah dan Madina. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah antara lain dengan menyediakan obat dan alat kesehatan yang cukup, pembekalan mengenai kewaspadaan kolera pada petugas kesehatan haji dan juiga meningkatkan kewaspadaan di Balai Pengobatan Haji Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO turut memperingatkan bahaya wabah kolera saat musim haji mendatang. Data dari WHO mencatat bahwa setiap hari ada 5 ribu kasus kolera baru di Yaman. Kolera terjadi karena ada pra kondisi di mana sanitarian minim, air yg nggak bersih, WC rusak. Kolera adalah penyakit infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri vibrio Kolera. Bakteri ini masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kolera ditandai dengan buang air besar berbentuk cair sebanyak lebih dari tiga kali sehari.

Untuk mencegahnya, Kemenkes mengimbau jemaah haji agar senantiasa mencuci tangan dengan sabun antiseptik. Kemudian, mencuci buah dan sayur dengan air mengalir hingga bersih dan menghindari makan makanan mentah atau setengah matang.