Penggabungan Kualitas Pelayanan dan Materi Spiritual di Paket Perjalanan ESQ Tours Travel

Memperhatikan sangat besarnya jumlahwisatawan Indonesia yang melakukan perjalanan wisata ke luar negeri, berdasarcatatan Biro Pusat Statistik berjumlah 6,677,918 dan lebih dari 250 juta orang melakukan perjalanan di dalam negeri padatahun 2016 (PusdatinKemenparekraf & BPS 2017), maka sudah tidak dipungkiri bahwa Pariwisatamenjadi salah satu penggerak roda ekonomi yang besar bagi Indonesia. Dan dariberbagai literatur yang ada bahwa yang menjadi tujuan mereka melakukanperjalanan adalah Hiburan, Bisnis, Menghilangkan kepenatan dan Belajar/studi.

Selama ini Pemerintah menganggap Pariwisata hanya sebagaipenggerak roda ekonomi rakyat yang mampu meningkatkan kemakmuran pendudukdengan tolak ukur pendapat domestik bruto sebagaimana pernyataan dariKementrian Pariwisata RI bahwa  TargetMakro: Kontribusi Pariwisata terhadap Produk Domestik Brutonasional meningkat menjadi 8% di tahun 2019. Posisi tahun 2014 adalah 4%.(Rencana Strategis Sekretariat Kementerian Pariwisata2015 – 2019). Pemerintah belum memandang Pariwisata sebagai alat untukmerubah karakter Bangsa. Ini terlihat dari rencana strategis yang hanyamenyebutkan angka pertumbuhan.

Pelaku industri pariwisata hanya memikirkan keuntungan semata tanpa memperhatikan bahwa sebenarnya  produk dan program yang diberikan mampu membawa perubahan bagi peserta tur dan membawa manfaat bagi sesama manusia. Masing-masing perusahaan bersaing satu sama lain dengan aneka ragam fasilitas, program dan harga. Berdasar data dari Kementrian Pariwisata Saat ini terdapat 1120 penyelenggara wisata untuk kategori menengah, mereka menjual paket dan program yang nyaris sama, hanya mengandalkan fasilitas dan harga ini terlihat dari berbagai website yang ada.

Paraoperator wisata hanya menilai peserta tur puas hanya dilihat dari sisifasilitas dan pelayanan prima saja. Hotel bersih, Airlines bonafid, pemandunyaramah, kantornya nyaman, pegawainya sigap, produk sesuai dengan janji dan orangyang terlibat mempunyai empathy yang tinggi. Kita tidak menyadari bahwa stakeholder pariwisata (pemerintah,industri pariwisata dan masyarakat) adalah menjalankan apa yang diperintahkanoleh Allah SWT, sebagaimana firmanNya :

 QS Al Mulk : 15  “ Diallah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. QS Al Hujarat : 13 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Semakin banyak konten spiritual yang berikan  akan tercermin dari fleksibilitas, tingkatkesadaran yang tinggi, kemampuan untuk menangani dan memanfaatkan penderitaan,kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi rasa sakit, kualitas hidup yangterinspirasi oleh visi dan nilai-nilai, terhindar dari kerugian kerugian yangtidak perlu, memiliki kecenderungan untuk melihat minat di antara berbagai haldengan perspektif holistik, dan memiliki kemudahan untuk bekerja secara mandiridapat meningkatkan kepuasan para wisatawan (Ferry Firdaus dkk 2017)

Kep